www.rincilokal.id – Korea Selatan kembali mencatatkan keunggulannya dalam hal kecerdasan dengan rata-rata IQ tertinggi di dunia. Hal ini terungkap dalam laporan terbaru mengenai IQ dari berbagai negara yang dirilis oleh lembaga pengujian IQ internasional.
Berdasarkan laporan yang diperbarui per 1 Januari 2026, Korea Selatan menempati urutan pertama dengan skor rata-rata 106,97. Ini merupakan hasil dari partisipasi sebanyak 26.996 orang yang mengikuti tes sepanjang tahun 2025.
Sementara itu, posisi kedua diisi oleh China dengan skor 106,48, dan Jepang mengikuti di peringkat ketiga dengan skor 106,3. Angka-angka ini menggambarkan tren kecerdasan yang berkembang di Asia Timur.
Rincian Pemeringkatan IQ di Berbagai Negara
Data yang dikumpulkan melibatkan lebih dari 1,2 juta peserta dari seluruh dunia yang mengikuti tes IQ secara daring. Standarisasi skor dilakukan dengan rata-rata global 100 dan deviasi standar 15, yang dikhususkan untuk menjaga kestabilan hasil dari pengujian.
Indonesia, sayangnya, berada di posisi yang kurang menggembirakan, menempati peringkat 126 dari total 137 negara. Dengan skor rata-rata 89,96, angka ini mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 93,18.
Penyebab dari hasil ini dapat bervariasi, antara lain adalah kualitas pendidikan dan akses untuk mengejar pendidikan yang baik di negara tersebut. Kondisi kesehatan serta pola nutrisi juga menjadi faktor kunci dalam perkembangan kecerdasan masyarakat.
Aspek yang Mempengaruhi Tingkat Kecerdasan
Berbagai aspek dapat memengaruhi perbedaan kecerdasan antar negara. Misalnya, akses terhadap internet dan teknologi informasi yang mumpuni menjadi pendorong utama dalam menyebarkan pengetahuan dan meningkatkan kualitas pendidikan.
Selain itu, lingkungan yang mendorong perkembangan kognitif sangat penting, terutama untuk anak-anak. Lingkungan yang kaya akan stimulasi berpotensi membawa pada peningkatan tiga dimensi kecerdasan yang berbeda.
Gizi atau pola nutrisi juga tidak dapat diabaikan, di mana asupan makanan yang berkualitas dapat memengaruhi kesehatan otak secara langsung. Penelitian menunjukkan bahwa makanan yang sehat berhubungan dengan kemampuan belajar dan memori, yang semuanya berkontribusi pada nilai IQ yang lebih tinggi.
Metodologi Tes dan Pengukuran IQ
Tes yang digunakan dalam laporan ini berdasarkan model Raven’s Progressive Matrices, yang lebih fokus pada kemampuan penalaran nonverbal dan pengenalan pola. Hal ini memungkinkan identifikasi potensi kognitif secara lebih objektif.
Namun, penting untuk dicatat bahwa pengukuran IQ bukanlah satu-satunya faktor yang menentukan kecerdasan individu. Ada berbagai jenis kecerdasan yang tidak sepenuhnya diukur dengan tes IQ, sehingga seharusnya tidak menjadi satu-satunya standar penilaian.
Pengukuran IQ dapat dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk pendidikan, lingkungan, dan bahkan predisposisi genetik. Oleh karena itu, hasil dari tes ini perlu dipandang secara holistik untuk mendapatkan gambaran yang lebih akurat tentang kondisi kecerdasan di suatu negara.
Perbandingan Kebangkitan Kecerdasan di Seluruh Dunia
Saat ini, negara-negara dengan IQ tinggi seperti Korea Selatan dan Jepang menunjukkan betapa pentingnya investasi dalam pendidikan dan kesehatan. Pemerintah di negara-negara tersebut terus berupaya meningkatkan kualitas hidup warganya untuk mencapai potensi maksimum.
Di sisi lain, negara-negara dengan posisi rata-rata IQ yang rendah perlu mengevaluasi kembali strategi-strategi mereka dalam menangani isu-isu pendidikan dan kesehatan. Pembenahan dalam sektor-sektor ini bisa membantu memperbaiki posisi di kancah internasional.
Proses ini bisa melibatkan kerjasama antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang mendukung pembelajaran dan inovasi. Investasi dalam pendidikan dasar hingga perguruan tinggi akan terbukti sangat efektif dalam jangka panjang.


