Rincian Lokal
  • Home
  • Tech
  • Opini
  • Lifestyle
  • Entrepreneur
  • Market
No Result
View All Result
  • Login
Rincian Lokal
No Result
View All Result
Rincian Lokal

Tangan Kanan Presiden AS Kesal Dikerjain oleh Presiden RI

Presiden RI Marah ke Amerika, Niat Kerja Sama Justru Dikhianati

BacaJuga

Meteor Besar Jatuh Warga Panik Berhamburan Keluar Rumah

Meteor Besar Jatuh Warga Panik Berhamburan Keluar Rumah

Pejabat RI Disebut Miskin Karena Tidak Punya Mobil dan Naik Angkot

Pejabat RI Disebut Miskin Karena Tidak Punya Mobil dan Naik Angkot

www.rincilokal.id – Selama bertahun-tahun menjalin hubungan diplomatik, hubungan antara Amerika Serikat dan Indonesia memiliki momen-momen yang tidak terlupakan. Salah satu yang paling menarik adalah betapa Presiden Soekarno berinteraksi dengan Duta Besar AS, Marshall Green, yang ditunjuk pada tahun 1965 dan menjalani tugas di Jakarta.

Marshall Green, seorang diplomat yang controversial, memiliki reputasi yang membuatnya tidak diperolehkan dengan baik oleh Soekarno. Sejarah mencatat bahwa selama masa tugasnya, Green terlibat dalam berbagai konflik di negara lain, yang membuat kedatangan dan keberadaannya di Indonesia semakin rumit.

Ketika Soekarno menerima Green, ia dengan tegas mencurahkan perasaannya tentang cara AS memperlakukan Indonesia. Sentimennya yang meningkat terhadap AS membuat kedalaman dialog diplomatik menjadi lebih dalam dan penuh emosi.

Soekarno menganggap posisi AS di dunia bisa memberi dampak langsung terhadap Indonesia. Ia merasa bahwa banyak bantuan dari AS justru disertai dengan berbagai syarat yang merugikan negara yang baru merdeka itu.

Konflik antara Soekarno dan Green tidak hanya berada di ruang diplomatik, namun juga dalam konteks budaya ketika mereka bertemu di berbagai acara. Salah satunya adalah kejadian paling viral yang terjadi adalah saat Green diundang ke sebuah acara di Universitas Indonesia di Ciputat.

Pengalaman Tak Terlupakan di Universitas Indonesia

Pada 28 September 1965, Marshall Green diundang untuk menghadiri peletakan batu pertama Universitas Indonesia. Saat acara berlangsung, Soekarno membuat kejutan yang menggelikan dan sekaligus memalukan bagi Green dengan menghadirkan buah durian.

Bagi orang Amerika, durian terkenal dengan baunya yang sangat menyengat dan dianggap tidak enak. Namun, Soekarno, yang mengetahui ketidaksukaan Green terhadap durian, secara sengaja mengangkat buah tersebut dan memberikannya kepada Green di depan tamu undangan.

Ada momen dimana Soekarno bahkan meminta paduan suara untuk mendesak Green agar memakan durian tersebut. Suasana menjadi penuh tawa, namun Green merasakan tekanan yang berat saat itu untuk menjaga wajahnya sebagai duta negara besar.

Green akhirnya mematuhi permintaan tersebut meski dalam keadaan tertekan. Kejadian ini menunjukkan bagaimana Soekarno menggunakan humor untuk mendemonstrasikan ketidak sukaannya terhadap kehadiran Green dan menjawab kritikan diplomatik dengan cara yang tak terduga.

Pengalaman unik ini mengingatkan kita bahwa diplomasi tidak selalu berfokus pada percakapan serius, tetapi juga bisa berupa interaksi yang lebih personal dan menantang.

Legenda Nyi Roro Kidul yang Menakutkan

Bukan hanya durian yang menjadi tantangan bagi Green, tetapi ada juga undangan yang lebih menegangkan. Soekarno mengajaknya ke Pelabuhan Ratu, tempat yang terkenal dengan mitos Nyi Roro Kidul, ratu penguasa laut selatan. Ini adalah pengalaman yang membuat Green merasa terancam.

Pembicaraan tentang Nyi Roro Kidul sering melibatkan kisah-kisah yang menyeramkan dan penuh misteri. Green, yang pada awalnya skeptis terhadap mitos, mulai berpikir dua kali ketika mendengar kisah tentang seorang pejabat asing yang dilaporkan tewas di pantai tersebut.

Kepekaan Green terhadap tempat-tempat yang dianggap mistis membuatnya merasa was-was. Dia takut, mengingat nama belakangnya, “Green”, berarti hijau dalam bahasa Indonesia, yang konon merupakan warna kesukaan sang ratu laut. Ini menyebabkan dia mundur dari kesempatan berlibur ke lokasi tersebut.

Pengalaman ini menunjukkan bagaimana ketakutan akan sesuatu yang tidak rasional bisa memengaruhi seorang diplomat yang berpendidikan dan berpengalaman. Cerita ini terukir dalam ingatan Green dan menjadi refleksi tentang dampak budaya lokal terhadap diplomat asing.

Keprihatinan ini menambahkan lapisan baru dalam pemahaman hubungan bilateral antara Indonesia dan Amerika Serikat saat itu. Momen-momen ini memperlihatkan betapa pentingnya memahami konteks budaya ketika terlibat dalam diplomasi antar negara.

Catatan Sejarah Diplomatik antara Soekarno dan Green

Marshall Green menjalani masa tugasnya sebagai Duta Besar AS hingga tahun 1969. Selama periode tersebut, ia menyaksikan secara langsung transisi kekuasaan yang signifikan di Indonesia. Kejatuhan Soekarno dan naiknya Soeharto menjadi Presiden ke-2 RI adalah moment bersejarah yang tidak bisa dilewatkan dalam kariernya.

Green menjadi saksi sejarah ketika perubahan mendalam terjadi pada struktur pemerintahan Indonesia. Transformasi tersebut mencerminkan perubahan yang dinamis dalam politik dan kekuasaan di Asia Tenggara.

Kehadiran Green di Indonesia memperkuat catatan reputasinya yang unik. Setiap negara tempatnya bertugas tampaknya selalu diwarnai oleh peristiwa kudeta yang mengubah jalannya sejarah bangsa tersebut.

Pengalaman beliau di Indonesia membuktikan bahwa diplomasi tidak hanya sebuah permainan politik, tetapi juga interaksi manusia yang kompleks. Hubungan antara diplomasi dan aspek budaya, seperti momen saat menerima durian, menunjukkan pentingnya sifat humor dalam memudahkan dialog meski dalam situasi yang canggung.

Dengan demikian, perjalanan diplomatik antara Soekarno dan Green menciptakan banyak pelajaran yang masih relevan hingga saat ini. Kisah-kisah ini menggambarkan ikatan yang kuat antara dua negara yang mendorong untuk saling memahami satu sama lain di tengah perbedaan budaya dan pandangan politik.

Previous Post

Asing Curi-Curi Lepaskan 10 Saham Ini Saat IHSG Menguat

Next Post

5 Makanan Khas Indonesia yang Dipengaruhi oleh Warisan Belanda

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Rekomendasi

No Content Available

Jaringan Media

  • lensautama.id
  • wartafakta.id
  • kabarsuara.id
  • beritacepat.id
  • posbenua.id
  • metrosuara.id
  • lineberita.id
  • radarharian.id
  • tempoaktual.id
  • fokusnasional.id
  • pantauindonesia.id
  • sekilasnews.id
  • fokustempo.id
  • mediapos.id
  • bangsanews.id
  • terasfakta.id
  • indofakta.id
  • indotempo.id
  • arahberita.id
  • lacakberita.id
  • cuplikdata.id
  • siarandaerah.id
  • nalarberita.id
  • narasiutama.id
  • pusatkabar.id
  • pantaupublik.id
  • teropongpublik.id
  • portalkabar.id
  • kilaswarta.id
  • cahayaberita.id
  • rekamfakta.id
  • pijarberita.id
  • detilberita.id
  • indokritis.id
  • citraberita.id
  • perskita.id
  • nusainfo.id
  • lintasbangsa.id
  • laporanmetro.id
  • lensapublik.id
  • citraharian.id
  • zonaliputan.id
  • liputanmetro.id
  • indoheadline.id
  • arahkabar.id
  • zonajurnalis.id
  • infobangsa.id
  • logikaberita.id
  • mediasiaran.id
  • rakyatupdate.id
  • infoheadline.id
  • beritakritis.id
  • suarawan.id
  • jurnalita.id
  • layardunia.id
  • fokuspagi.id
  • indonesiacek.id
  • saluranrakyat.id
  • livemetro.id
  • setarainfo.id
  • rakyatinfo.id
  • detaklokal.id
  • harianlokal.id
  • metromerdeka.id
  • opiniglobal.id
  • ulasutama.id
  • potretpublik.id
  • pantaukabar.id
  • infonyata.id
  • kupasin.id
  • lipututama.id
  • riliskini.id
  • layarkabar.id
  • rekamperistiwa.id
  • tapkabar.id
  • pintukabar.id
  • intipfakta.id
  • laporterbaru.id
  • serbuanews.id
  • detakmedia.id
  • realitaterkini.id
  • petaberita.id
  • intikabar.id
  • mediaagenda.id
  • sisiberita.id
  • jakartavnews.com
  • wartafokus.com
  • bicarapublik.com
  • pantaumedia.com
  • rilisutama.com
  • suaraperistiwa.com
  • stasiunfakta.com
  • kabartajam.com
  • wawasanberita.com
  • sinyalberita.com
  • penanasional.com
  • medianalar.com
  • metronarasi.com
  • publikraya.com

Kategori

  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • Opini
  • Tech
  • Uncategorized
Rincian Lokal

© 2025 Rinci Lokal - Seluruh hak cipta dilindungi undang-undang.

Informasi Situs

  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi

Social Media

No Result
View All Result
  • Home
  • Tech
  • Opini
  • Lifestyle
  • Entrepreneur
  • Market

© 2025 Rinci Lokal - Seluruh hak cipta dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?