Rincian Lokal
  • Home
  • Tech
  • Opini
  • Lifestyle
  • Entrepreneur
  • Market
No Result
View All Result
  • Login
Rincian Lokal
No Result
View All Result
Rincian Lokal

Pangeran Thailand yang Terusir Kini Menjadi Tukang di Bandung

Pangeran Thailand yang Terusir Kini Menjadi Tukang di Bandung

BacaJuga

Modal Rp 700 Ribu, 5 Pemuda Indonesia Berkeliling Dunia dengan Jalan Kaki dan Sepeda

Modal Rp 700 Ribu, 5 Pemuda Indonesia Berkeliling Dunia dengan Jalan Kaki dan Sepeda

Gempa Bekasi, BNPB Ingatkan agar Tidak Terpengaruh Video Hoax

Gempa Besar Guncang Jakarta, Rumah Mewah dan Istana Pejabat Hancur

www.rincilokal.id – Pangeran Siam Paribatra Sukhumbandu, yang wilayahnya kini dikenal sebagai Thailand, menghadapi perubahan hidup yang luar biasa. Dari kehidupannya yang glamour di istana, ia berakhir sebagai rakyat biasa dan hidup sederhana sebagai tukang kebun di Bandung, Indonesia. Perubahan dramatis ini tidak terlepas dari situasi politik yang mengubah arah hidupnya selamanya.

Sebagai putra dari Raja Chulalongkorn atau Rama V, Paribatra dibesarkan dalam lingkungan kerajaan yang mewah dan memiliki akses ke kekuasaan yang besar. Dalam sejarah, ia pernah memegang posisi penting, termasuk Panglima Angkatan Laut dan Menteri Dalam Negeri. Namun, setelah kudeta yang terjadi pada 24 Juni 1932, kehidupan dan kedudukan Paribatra berubah drastis hingga ia kehilangan semua yang ia miliki.

Kudeta tersebut menandai akhir dari sistem monarki absolut di Thailand, yang membuat Paribatra terpaksa meninggalkan istana yang telah ia tinggali selama bertahun-tahun. Kehidupannya sebagai anggota keluarga kerajaan harus diakhiri, dan ia merasa kehilangan jati diri dan tempat berpijak di tanah kelahirannya.

Perubahan Hidup Paribatra Setelah Kudeta di Thailand

Setelah kudeta, Paribatra menghadapi kebingungan yang mendalam untuk menentukan langkah hidupnya selanjutnya. Ia sempat berpikir untuk pergi ke Eropa, namun pada akhirnya memilih untuk melarikan diri ke Hindia Belanda. Dalam sebuah laporan surat kabar pada 6 Agustus 1932, disebutkan bahwa ia tiba di Batavia dan segera menetap di Cipaganti, Bandung bersama istri, lima anak, dan beberapa pengikutnya.

Kota Bandung, yang dikenal sebagai Paris van Java, memiliki suasana yang tenang dan nyaman yang cocok untuk seorang pensiunan. Suasana yang sejuk dan pemandangan alam yang indah membuat Paribatra merasa betah tinggal di sana. Meskipun dia dianggap terpinggirkan di tanah kelahirannya, di Hindia Belanda, ia justru mendapatkan penghormatan dan kesempatan baru.

Para pejabat Hindia Belanda masih mengakui prestasinya dan memberinya kebebasan yang luas. Dia diberikan tiga rumah besar di Bandung sebagai tempat tinggal, yang kemudian dimanfaatkan untuk berkebun, hobi yang sangat disukai oleh Paribatra. Di sela-sela kehidupannya yang sederhana, ia menemukan kebahagiaan dalam berkebun dan menanam anggrek.

Transformasi Paribatra Menjadi Tukang Kebun Ahli di Bandung

Di rumah barunya, Paribatra menjelma menjadi seorang tukang kebun yang handal. Ia mengabdikan diri untuk memperindah tamannya sambil memperkenalkan berbagai jenis anggrek yang belum dikenal di wilayah tersebut. Kebunnya menjadi terkenal dan bahkan dipuji oleh kalangan pecinta bunga di Bandung.

Melalui ketekunan dan kecintaannya pada tanaman, Paribatra berhasil menciptakan taman indah yang menjadi kebanggaan keluarga. Ia tidak hanya berkebun untuk dirinya sendiri, tetapi juga berkontribusi dalam meningkatkan keindahan lingkungan di sekitarnya. Hal ini membuatnya merasa lebih bisa berkontribusi meskipun dalam posisi yang jauh dari kejayaan masa lalunya.

Selain berkebun, Paribatra juga gemar menjelajah daerah lain di Indonesia, seperti Jawa, Sumatera, dan Bali. Setiap kali ia pergi berlibur, banyak media yang meliput aktivitasnya sebagai mantan pangeran yang menjalani kehidupan baru di luar istana. Perjalanan-perjalanannya selalu menarik perhatian, baik dari masyarakat lokal maupun orang asing.

Pergi Berlibur dan Jejak Langkah Pangeran Paribatra

Dalam rentang waktu antara 1933 hingga 1938, Paribatra mencatatkan sejumlah kunjungan ke berbagai kota di Indonesia. Ia mengunjungi kota-kota seperti Malang, Surabaya, Jogja, dan Bali, seringkali dengan rombongan dan menginap di hotel-hotel. Kunjungan ini tidak hanya sekadar liburan, tetapi juga momen bagi Paribatra untuk mendalami keindahan alam Indonesia.

Saat berkunjung ke Malang, misalnya, ia dan rombongannya mendapatkan fasilitas dari pejabat setempat dan diajak berkeliling ke berbagai tempat wisata. Kunjungan ini sering kali disertai dengan pengalaman mengenang perjalanan Raja V di masa lalu. Aktivitas tersebut menciptakan momen berharga yang dapat menghibur dan mengalihkan pikirannya dari kesedihan kehilangan kekuasaan yang pernah dimilikinya.

Paribatra melihat setiap perjalanan bukan hanya sebagai pelarian dari kehidupan sehari-hari, tetapi juga sebagai kesempatan untuk memperluas pengetahuannya tentang budaya dan keindahan alam Indonesia. Melalui eksplorasi ini, ia berusaha mendapatkan kembali sebagian kenikmatan hidup yang hilang akibat kudeta.

Akhir Hidup Paribatra dan Penghormatan Terakhir yang Diberikan

Hidup Pangeran Paribatra Sukhumbandu berakhir pada 18 Januari 1944 ketika ia meninggal dunia di usia 62 tahun di Bandung. Jenazahnya dimakamkan di kota tersebut, namun tidak lama setelah itu, pada tahun 1948, jenazahnya dipindahkan kembali ke Thailand untuk dikremasi di Istana Raja di Bangkok. Proses ini menandai kembalinya jasad seorang pangeran ke tanah kelahirannya, meskipun perjalanan hidupnya telah penuh dengan kesulitan.

Pemakaman Paribatra menjadi momen refleksi bagi banyak orang tentang bagaimana hidup bisa berubah dalam sekejap akibat peristiwa politik. Kesehariannya yang sederhana di Bandung menjadi lambang transformasi sekaligus pengingat akan kerentanan dan kekuatan manusia. Semasa hidupnya, ia menunjukkan bahwa kesederhanaan dan cinta akan alam dapat memberikan makna baru, bahkan di tengah kehilangan dan perubahan yang mendalam.

Warisan Paribatra sebagai seorang pangeran yang berjuang melewati berbagai cobaan hidup akan selalu diingat, baik di Thailand maupun di Indonesia. Kehidupan barunya sebagai tukang kebun dapat menjadi inspirasi bagi banyak orang tentang kemampuan untuk menemukan kebahagiaan dalam kesederhanaan dan menerima perubahan dengan lapang dada.

Previous Post

6 Asuransi dan 7 Dapen Dalam Pengawasan Khusus OJK

Next Post

Ditaklukan Iran Namun Didukung oleh Seluruh Dunia

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Rekomendasi

No Content Available

Jaringan Media

  • lensautama.id
  • wartafakta.id
  • kabarsuara.id
  • beritacepat.id
  • posbenua.id
  • metrosuara.id
  • lineberita.id
  • radarharian.id
  • tempoaktual.id
  • fokusnasional.id
  • pantauindonesia.id
  • sekilasnews.id
  • fokustempo.id
  • mediapos.id
  • bangsanews.id
  • terasfakta.id
  • indofakta.id
  • indotempo.id
  • arahberita.id
  • lacakberita.id
  • cuplikdata.id
  • siarandaerah.id
  • nalarberita.id
  • narasiutama.id
  • pusatkabar.id
  • pantaupublik.id
  • teropongpublik.id
  • portalkabar.id
  • kilaswarta.id
  • cahayaberita.id
  • rekamfakta.id
  • pijarberita.id
  • detilberita.id
  • indokritis.id
  • citraberita.id
  • perskita.id
  • nusainfo.id
  • lintasbangsa.id
  • laporanmetro.id
  • lensapublik.id
  • citraharian.id
  • zonaliputan.id
  • liputanmetro.id
  • indoheadline.id
  • arahkabar.id
  • zonajurnalis.id
  • infobangsa.id
  • logikaberita.id
  • mediasiaran.id
  • rakyatupdate.id
  • infoheadline.id
  • beritakritis.id
  • suarawan.id
  • jurnalita.id
  • layardunia.id
  • fokuspagi.id
  • indonesiacek.id
  • saluranrakyat.id
  • livemetro.id
  • setarainfo.id
  • rakyatinfo.id
  • detaklokal.id
  • harianlokal.id
  • metromerdeka.id
  • opiniglobal.id
  • ulasutama.id
  • potretpublik.id
  • pantaukabar.id
  • infonyata.id
  • kupasin.id
  • lipututama.id
  • riliskini.id
  • layarkabar.id
  • rekamperistiwa.id
  • tapkabar.id
  • pintukabar.id
  • intipfakta.id
  • laporterbaru.id
  • serbuanews.id
  • detakmedia.id
  • realitaterkini.id
  • petaberita.id
  • intikabar.id
  • mediaagenda.id
  • sisiberita.id
  • jakartavnews.com
  • wartafokus.com
  • bicarapublik.com
  • pantaumedia.com
  • rilisutama.com
  • suaraperistiwa.com
  • stasiunfakta.com
  • kabartajam.com
  • wawasanberita.com
  • sinyalberita.com
  • penanasional.com
  • medianalar.com
  • metronarasi.com
  • publikraya.com

Kategori

  • Entrepreneur
  • Lifestyle
  • Market
  • Opini
  • Tech
  • Uncategorized
Rincian Lokal

© 2025 Rinci Lokal - Seluruh hak cipta dilindungi undang-undang.

Informasi Situs

  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi

Social Media

No Result
View All Result
  • Home
  • Tech
  • Opini
  • Lifestyle
  • Entrepreneur
  • Market

© 2025 Rinci Lokal - Seluruh hak cipta dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?