www.rincilokal.id – Pasar smartphone dunia mengalami pertumbuhan yang signifikan pada tahun 2025. Menurut penelitian terbaru, pengiriman smartphone secara global meningkat sebesar 2% dibandingkan tahun sebelumnya, mencapai angka 1,25 miliar unit, sebuah pencapaian yang tertinggi sejak tahun 2021, meskipun dampak dari ketidakpastian ekonomi global tetap membayangi industri teknologi.
Pertumbuhan ini terlihat di berbagai belahan dunia jika dibandingkan dengan tahun 2024, kecuali di China Raya yang mengalami penurunan kecil. Penurunan ini disebabkan berakhirnya skema subsidi nasional yang sebelumnya memberikan dorongan besar pada penjualan di awal tahun 2025.
Di sisi lain, pasar smartphone menutup kuartal IV tahun 2025 dengan pertumbuhan yang solid sebesar 4% secara tahunan. Pertumbuhan ini didorong oleh faktor musiman dan kinerja yang kuat dari para produsen utama di industri ini.
Pesaing Utama di Pasar Smartphone Global pada 2025
Laporan terbaru menunjukkan bahwa salah satu perusahaan terbesar, Apple, kembali mempertahankan posisinya sebagai vendor smartphone terkemuka di seluruh dunia. Sepanjang tahun 2025, pengiriman iPhone meningkat sebesar 7% menjadi 240,6 juta unit, menciptakan rekor baru dalam sejarah Apple.
Peningkatan penjualan yang signifikan pada kuartal IV tahun 2025 menjadi faktor pendorong utama. Terutama di China Daratan, yang mengalami pertumbuhan mencapai 26% didorong oleh tingginya permintaan untuk seri iPhone 17.
Di posisi kedua, Samsung menunjukkan kinerja yang membaik setelah tiga tahun berturut-turut mengalami penurunan. Pengiriman smartphone Samsung naik 7% secara tahunan, hanya terpaut sedikit dari Apple, menunjukkan daya saing yang kian kuat.
Perkembangan Pabrikan Smartphone di Pasar Asia
Pada kuartal IV tahun 2025, pengiriman perangkat dari Samsung melonjak sebesar 16% secara tahunan. Pertumbuhan ini didorong oleh permintaan yang tinggi terhadap seri flagship Galaxy S dan Z, serta adanya pemulihan yang signifikan di segmen entry-level dan mainstream.
Xiaomi, yang berada di peringkat ketiga, mengalami tantangan di akhir tahun. Pengiriman perusahaan ini mengalami penurunan sebesar 2% pada tahun 2025, akibat melemahnya permintaan di segmen entry-level dan penurunan tajam pada kuartal IV di berbagai pasar utama.
Walau menghadapi tekanan, Vivo berhasil menduduki posisi keempat untuk pertama kalinya dalam sejarahnya. Vendor asal Cina ini melaporkan pertumbuhan pengiriman sebesar 4% mencapai 105,3 juta unit, terutama berkat performa yang kuat di India serta pasar domestik.
Analisis tentang Posisi Vendor Smartphone di Tahun 2025
Keberadaan Oppo melengkapi lima besar vendor smartphone global dengan pengiriman mencapai 100,7 juta unit, meski terdapat penurunan sebesar 3% dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, Oppo mencatat pertumbuhan yang baik memasuki kuartal IV tahun 2025 setelah menghadapi berbagai tantangan di paruh pertama tahun tersebut.
Di tahun 2026, Oppo diperkirakan akan mendapatkan tambahan volume penjualan, seiring dengan masuknya Realme ke dalam grup perusahaan yang sebelumnya mereka bangun. Ini bisa menjadi langkah strategis untuk menghadapi persaingan pada tahun yang akan datang.
Namun, Omdia memberikan perhatian khusus pada tantangan yang akan dihadapi industri smartphone pada tahun 2026. Kenaikan biaya komponen utama seperti DRAM dan NAND kemungkinan besar akan berdampak pada margin profit para produsen.
Tantangan Masa Depan bagi Industri Smartphone Secara Keseluruhan
Hal ini dapat mendorong produsen untuk menyesuaikan harga, yang pada akhirnya dapat melemahkan permintaan dari konsumen, terutama bagi vendor dengan skala kecil. Ketergantungan mereka pada segmen low-end menjadi isu yang cukup krusial di tengah persaingan yang semakin ketat.
Persaingan pasar yang semakin sengit menuntut inovasi terus-menerus dari setiap produsen smartphone. True innovation, mulai dari fitur hingga desain, menjadi kunci untuk menarik perhatian konsumen di tahun-tahun mendatang.
Uji coba produk baru dan teknologi inovatif akan menjadi fokus utama, di samping menjaga kualitas layanan purna jual. Hal ini sangat penting untuk membangun loyalitas pelanggan di pasar yang kini semakin kompleks dan beragam.


