www.rincilokal.id – Kantor kepolisian Inggris tengah dalam situasi darurat ketika penjahat terkenal, Ronald Arthur Biggs, kabur dari penjara. Kejadian ini menjadi sorotan publik karena Biggs dikenal sebagai salah satu penjahat kelas kakap yang terlibat dalam aksi perampokan paling terkenal di Inggris.
Perampokan itu dikenal dengan nama Great Train Robbery yang terjadi pada 8 Agustus 1963, saat kereta pengangkut uang dibajak. Dalam aksi tersebut, lebih dari 120 karung uang tunai yang setara dengan 50 juta pound atau sekitar Rp848 miliar lenyap dari peredaran.
Setelah masa buron yang cukup panjang, Biggs akhirnya ditangkap pada 4 September 1963. Penangkapannya berlangsung di London dan ia dijatuhi vonis 30 tahun penjara bersama dengan 15 rekannya yang lain.
Ronald Biggs dan Aksi Perampokannya yang Terkenal
Ronald Biggs menjadi terkenal bukan hanya karena perampokan yang ia lakukan, tetapi juga oleh cara pelariannya yang spektakuler. Ia menjalani waktu penjara yang singkat sebelum berhasil kabur hanya dalam dua tahun.
Berdasarkan laporan yang beredar, Biggs melarikan diri dari Penjara Wandsworth pada 9 Juli 1965 yang dikenal dengan tingkat keamanan tinggi. Kabur bersama tiga narapidana lainnya, mereka menjebol pintu penjara dan segera menghilang dari radar.
Ada banyak rumor yang beredar tentang ke mana tujuan Biggs setelah kabur. Diyakini bahwa ia sempat bersembunyi di Belgia dan Prancis sebelum akhirnya jejaknya menghilang.
Pengintaian dan Kesalahpahaman Identitas
Selama masa pelariannya, muncul laporan bahwa Biggs mungkin telah menuju Indonesia. Melihat potensi ancaman, Badan Intelijen Negara (BIN) Indonesia pun terjun untuk melakukan pengawasan.
Informasi yang didapat mengindikasikan ada seorang pria dengan nama belakang “Biggs” yang datang dari Australia. BIN segera meluncurkan operasi pengintaian yang intensif terhadap individu tersebut.
Namun, setelah beberapa minggu, terungkap bahwa pria yang diawasi bukanlah Ronald Biggs melainkan seorang pendeta bernama Donald Biggs dari Amerika Serikat. Kesalahpahaman ini menyebabkan operasi pengintaian dihentikan.
Ronald Biggs Menemukan Tempat Berlindung di Brasil
Setelah menghilang dari Indonesia, Ronald Biggs diketahui berada di Brasil pada tahun 1970. Di negara ini, ia mampu hidup tenang karena Brasil tidak memiliki perjanjian ekstradisi dengan Inggris.
Kehidupannya di Brasil cukup lama, dan ia menikmati kebebasan meskipun status buron masih melekat padanya. Di sana, ia membangun kehidupan baru, bahkan memiliki keluarga.
Tahun 2001 menandai perubahan besar dalam hidup Biggs, saat ia memutuskan untuk kembali ke Inggris secara sukarela. Pada saat itu, usianya sudah mencapai 70 tahun dan ia langsung ditangkap kembali.
Setelah ditangkap, kondisi kesehatan Biggs semakin menurun. Akhirnya, pemerintah Inggris membebaskannya dengan alasan kesehatan, dan ia menjalani sisa hidupnya dengan tenang.
Sementara itu, Donald Biggs yang sempat menjadi sasaran pengintaian oleh BIN menghembuskan nafas terakhir pada tahun 2013 di usia 84 tahun. Kisah Ronald Biggs dan kesalahpahaman ini menjadi pengingat bagaimana pengintaian intelijen dapat salah sasaran.


