www.rincilokal.id – Perubahan dalam pasar tenaga kerja global sangat mungkin terjadi dalam waktu dekat. Laporan dari lembaga yang terkemuka menunjukkan bahwa dalam empat tahun ke depan, pekerjaan di seluruh dunia diperkirakan akan meningkat sebanyak 14% pada tahun 2030.
Namun, seiring dengan pertumbuhan tersebut, ada pula prediksi bahwa sekitar 8% pekerjaan akan lenyap akibat disrupsi yang ditimbulkan oleh teknologi dan perubahan ekonomi. Hal ini menuntut para pekerja untuk lebih adaptif terhadap perubahan yang terjadi.
Transformasi ini diyakini tidak dapat dihindari, terutama dengan cepatnya kemajuan digitalisasi dan otomatisasi di berbagai sektor industri. Oleh karena itu, pengembangan keterampilan baru menjadi faktor penting dalam membantu para pekerja beradaptasi dengan tuntutan yang baru.
Tren Global dalam Dunia Kerja yang Berubah Cepat
Laporan yang baru-baru ini dirilis menunjukkan bahwa pada tahun 2030, hampir 39% keterampilan yang dibutuhkan oleh pekerja diperkirakan akan mengalami perubahan. Ini menegaskan pentingnya peningkatan keterampilan dan pelatihan bagi semua tenaga kerja untuk tetap relevan.
Pembelajaran berkelanjutan menjadi kunci agar para pekerja dapat bersaing dalam dunia kerja yang semakin kompetitif. Kebijakan pemerintah dan inisiatif dari dunia usaha juga akan berperan besar dalam memfasilitasi peningkatan keterampilan ini.
Salah satu tren makro yang paling transformatif adalah pertumbuhan akses digital. Diproyeksikan, akses digital akan menciptakan sekitar 19 juta pekerjaan baru pada 2030, sekaligus menggantikan hampir 9 juta pekerjaan lama.
Transformasi Teknologi dan Dampaknya Terhadap Pekerjaan
Kecerdasan buatan dan pemrosesan data juga diharapkan akan menciptakan 11 juta posisi baru di pasar tenaga kerja. Namun, di sisi lain, mereka juga dapat menggeser hampir 9 juta posisi yang sudah ada.
Adaptasi terhadap teknologi, terutama yang berkaitan dengan AI generatif, menjadi sangat penting. Bahkan, sektor-sektor kreatif seperti desain grafis sudah mulai merasakan dampak dari perubahan ini.
Laporan tersebut mengungkapkan beberapa profesi yang mungkin akan mengalami penurunan permintaan dalam waktu dekat. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya otomatisasi dan perkembangan teknologi yang semakin cepat.
Pekerjaan yang Terancam Punah Dalam Beberapa Tahun ke Depan
WEF telah menyusun daftar 10 pekerjaan yang berpotensi hilang akibat rendahnya permintaan. Pekerjaan pertama dalam daftar ini adalah petugas pos, sebuah profesi yang kini mulai tergantikan oleh sistem komunikasi digital.
Selanjutnya, teller bank dan petugas terkait juga diperkirakan akan mengalami penurunan permintaan. Transformasi ke sistem pembayaran digital yang lebih efisien menjadi salah satu penyebabnya.
Petugas entri data dan kasir juga terancam hilang seiring pemanfaatan otomatisasi dalam proses bisnis. Dengan banyak perusahaan beralih ke sistem swalayan, profesi ini semakin jarang dicari.
Selain itu, asisten administrasi dan sekretaris eksekutif juga dihadapkan pada tantangan serupa, dengan banyak alat digital yang mengurangi kebutuhan akan peran mereka. Dampak dari perubahan ini sangat terasa di banyak perusahaan.
PEkerjaan di sektor percetakan dan bagian akuntansi pun tidak luput dari ancaman tersebut. Visi yang lebih efisien dan efektif dalam pengelolaan informasi membuat profesi ini terancam punah.
Kendati pertumbuhan teknologi memberikan banyak peluang, tanpa adanya langkah strategis yang diambil oleh pemerintah, perusahaan, dan para pekerja, ketidakpastian yang ada bisa memperbesar kesenjangan keterampilan. Ini adalah tantangan yang harus dihadapi bersama untuk menciptakan ekosistem kerja yang lebih baik di masa depan.


