www.rincilokal.id – Pemenuhan gizi anak dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) adalah isu sentral yang terus mendapat perhatian serius dari Pemerintah. Salah satu langkah signifikan yang diambil adalah melalui implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang bertujuan untuk menyediakan makanan bergizi bagi anak-anak di sekolah yang kurang mampu.
Dibalik usaha ini, ada kebutuhan besar untuk memastikan sistem distribusi makanan berjalan lancar dan efektif. Dalam mencapai tujuan ini, PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) berperan sebagai mitra strategis pemerintah dengan memberikan dukungan bagi pelaku usaha lokal yang terlibat dalam ekosistem program ini.
Implementasi Program MBG di Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur menunjukkan contoh nyata dari kerjasama ini. Di wilayah tersebut, Ely Hartati menjadi salah satu pelaku usaha katering lokal yang merasakan langsung manfaat dari akses pembiayaan BRI, yang membantunya memperluas kapasitas produksi dan terlibat dalam rantai pasok makanan bergizi.
Peran Pelaku Usaha Lokal dalam Program Makan Bergizi Gratis
Dalam menjalankan Program MBG, pelaku usaha seperti Ely Hartati memainkan peran kunci dalam penyediaan makanan bergizi. Dengan pemanfaatan pinjaman dari BRI, Ely berhasil mendirikan dan mengelola dua dapur produksi yang kini melayani sejumlah sekolah.
Dengan menggunakan pinjaman tersebut, Ely mampu melengkapi dapur pertamanya dengan berbagai peralatan seperti food tray, kendaraan operasional, dan kulkas besar untuk penyimpanan. Hal ini sangat penting untuk memastikan makanan yang disajikan tetap berkualitas dan bergizi.
Dapur pertama yang dikelolanya mulai beroperasi pada Februari 2025. Saat ini, dapur tersebut mendistribusikan makanan bergizi ke enam sekolah untuk lebih dari 3.310 siswa, meningkatkan gizi mereka secara signifikan.
Meningkatnya Permintaan dan Ekspansi Usaha Katering
Seiring dengan meningkatnya permintaan akan makanan bergizi, Ely melanjutkan upayanya untuk meningkatkan jangkauan dapurnya. Dapur kedua yang terletak di Jalan Enggang dijadwalkan beroperasi pada Juli 2025, menambah jumlah sekolah yang dilayaninya hingga total 12 sekolah dengan 3.350 siswa.
Inisiatif ini bukan hanya meningkatkan kualitas gizi anak-anak, tetapi juga menciptakan lapangan kerja bagi warga sekitar. Ely menyatakan bahwa, saat ini, lebih dari 100 orang terlibat dalam operasional dapurnya, mulai dari juru masak hingga staf distribusi.
Melalui dapurnya, Ely dapat memberikan peluang kerja bagi masyarakat lokal, yang sebelumnya hanya memiliki sedikit karyawan. Dengan pertumbuhan permintaan, ia pun berhasil merekrut banyak tetangganya yang ingin bekerja di dapurnya.
Dampak Ekonomi dan Sosial Program Makan Bergizi Gratis
Program Makan Bergizi Tidak hanya berdampak pada peningkatan kebutuhan gizi anak-anak, tetapi juga memiliki implikasi lebih luas terhadap ekonomi lokal. Banyak dari karyawan yang dipekerjakan adalah warga sekitar yang sebelumnya sulit menemukan pekerjaan.
Selain menciptakan lapangan pekerjaan, Ely juga membantu meningkatkan siklus ekonomi lokal. Dengan lebih dari 100 orang yang terlibat, distribusi makanan bergizi meningkatkan daya beli masyarakat sekitar secara signifikan.
Sebagai bentuk dukungan BRI, akses pembiayaan tidak hanya terbatas pada kredit usaha rakyat (KUR) tetapi juga termasuk berbagai alternatif pembiayaan lainnya. Ini menunjukkan komitmen BRI dalam memberdayakan pelaku usaha kecil dan menengah sehingga dapat berkontribusi kepada masyarakat yang lebih luas.
Komitmen BRI dalam Peningkatan Ekonomi Berkelanjutan
Agustya Hendy Bernadi, Corporate Secretary BRI, menyatakan bahwa dukungan dalam program-program seperti MBG adalah bagian dari sinergi antara sektor perbankan dan pemerintah. Ini menciptakan fondasi ekonomi yang kokoh dan berkelanjutan serta menciptakan dampak sosial yang luas.
BRI berusaha agar para pelaku usaha kecil dan menengah yang terlibat dalam program ini dapat tumbuh secara konsisten. Kisah sukses Ely Hartati menjadi contoh konkret bagaimana akses pembiayaan dapat mendorong pelaku UMKM untuk memperluas usaha mereka, sehingga turut mendukung kebijakan pemerintah dalam meningkatkan pemenuhan gizi masyarakat.
Di masa depan, diharapkan lebih banyak pelaku usaha lokal yang terlibat dalam program-program semacam ini. Dengan dukungan yang tepat, mereka tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan gizi anak-anak, tetapi juga memainkan peran penting dalam memajukan ekonomi lokal secara keseluruhan.


